Google Top Stories Pindah ke AI Overviews Hampir 20% dari Pencarian

Google memindahkan Top Stories ke AI Overviews hampir 20% dari pencarian berita. Ini peluang sekaligus risiko bagi publisher. Simak analisis lengkapnya.

Google kembali mengubah lanskap pencarian berita. Dalam beberapa pekan terakhir, kotak Top Stories yang biasanya berada di bawah ringkasan AI kini semakin sering muncul langsung di dalam AI Overviews. Analisis dari Newzdash menunjukkan bahwa 15,5% pencarian berita dengan Top Stories di Amerika Serikat menampilkan modul tersebut di dalam AI Overview. Di Inggris, angkanya lebih tinggi, yakni 17,5%. Alih-alih tampil sebagai kotak terpisah, Top Stories kini bisa menjadi bagian dari ringkasan AI di posisi paling atas, sehingga tautan publisher lebih terlihat dan lebih mudah dijangkau pengguna.

Top Stories dalam AI Overviews

Fitur ini mulai diuji coba sejak Juni dan tampak pada pencarian seperti “Burnham social care” dan “funeral director sentencing” di Inggris. Pada contoh pencarian tersebut, artikel dari BBC, The Guardian, serta Caring Times muncul di bagian atas halaman dengan kalimat pengantar dari AI Overview. Kehadirannya menggantikan modul Top Stories klasik yang sebelumnya tampil di bawah AI Overview. Dengan begitu, publisher yang berhasil masuk ke dalam carousel ini mendapatkan posisi yang jauh lebih menonjol, dan pengguna tidak perlu men-scroll untuk melihatnya.

Newzdash menganalisis hasil pencarian dari lebih dari 40 negara dalam 30 hari hingga 28 Juli. Namun, baru Inggris dan Amerika Serikat yang menunjukkan keberadaan Top Stories di dalam AI Overviews. Dari total lebih dari 17 juta Top Stories yang dianalisis, sekitar 15–17% di antaranya tampil dalam format baru ini.

Kategori Berita yang Paling Terdampak

Tidak semua kategori berita memiliki peluang yang sama. Berdasarkan data Newzdash, kategori entertainment menjadi yang paling sering memunculkan Top Stories di dalam AI Overviews:

  • Entertainment: 35,1% di AS dan 31,5% di Inggris
  • Dunia: 31,8% di AS dan 18,9% di Inggris
  • Olahraga: 16,5% di AS dan 21,1% di Inggris
  • Nasional: 20,8% di AS dan 16,1% di Inggris
  • Teknologi: 18,3% di AS dan 11,1% di Inggris
  • Bisnis: 17,5% di AS dan 17,3% di Inggris

Peluang dan Risiko bagi Publisher

Founder dan CEO Newzdash, John Shehata, menyebut perubahan ini sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, Google benar-benar menempatkan tautan publisher di area yang paling mendapat perhatian pengguna. Daripada meletakkan jawaban AI yang panjang di atas hasil berita, Google kini menyematkan judul, gambar, dan tautan artikel langsung ke dalam pengalaman AI. Ini bisa menjadi peluang besar untuk mendapatkan klik.

Namun, ada risiko yang perlu diwaspadai. Google mulai memperkenalkan kontrol opt-out yang memungkinkan publisher menolak kontennya digunakan di AI Overviews dan AI Mode. Peluncuran ini dimulai di Inggris sebagai respons terhadap keputusan Competition and Markets Authority. Publisher yang memilih untuk opt-out berisiko kehilangan kesempatan tampil di Top Stories yang tertanam di dalam AI Overview. Padahal, menurut data Newzdash, Top Stories hanya muncul sekali di hasil pencarian: jika sudah tampil di dalam AI Overview, modul standalone tidak ditampilkan lagi di bawahnya.

Shehata menjelaskan bahwa memblokir Google-Extended melalui robots.txt tidak akan menghilangkan tampilan situs di AI Overviews atau Top Stories. Namun, kontrol eksklusi dari Search Console untuk fitur AI generatif kemungkinan besar akan membuat publisher tidak memenuhi syarat untuk muncul di carousel tersebut.

Kesimpulan

Perubahan ini menunjukkan bahwa AI Overviews semakin berperan dalam pencarian berita, termasuk berita terkini yang sebelumnya lebih dilindungi. Saat ini hampir separuh hasil pencarian Google di semua jenis query menampilkan AI Overview. Publisher perlu terus memantau performa mereka, menguji kontrol opt-out, dan mempertimbangkan strategi terbaik agar tetap terlihat di era pencarian berbasis AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *