
Kebijakan Trump Berujung Bumerang
Presiden Donald Trump mengkonfirmasi kekhawatiran investor Nvidia (NASDAQ:NVDA) yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Dalam konferensi pers di Air Force One setelah KTT dua hari dengan Presiden China Xi Jinping, Trump mengungkapkan Beijing menolak menyetujui pembelian chip AI H200 buatan Nvidia. Alasannya jelas: China ingin mengembangkan chip buatan sendiri.
“Mereka punya level yang jauh lebih tinggi dari H200. China membutuhkannya dan ya itu muncul. Mereka memilih untuk tidak membeli karena ingin mengembangkan sendiri. Saya pikir sesuatu bisa terjadi pada itu,” ujar Trump.
Dampak Langsung ke Saham Nvidia
Saham Nvidia langsung anjlok 4,4% pada Jumat lalu, menghapus rekor tertinggi sepanjang masa yang baru saja diraih sehari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah Departemen Perdagangan AS sebelumnya menyetujui penjualan chip tersebut. Bagi investor yang mencoba membaca arah pendapatan Nvidia dari China, minggu ini seharusnya menjadi titik balik. Namun, kini terlihat jelas bahwa titik balik itu sudah berlalu.
Fakta di Lapangan
Reuters melaporkan bahwa Departemen Perdagangan AS telah menyetujui sekitar 10 perusahaan China—termasuk Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com—untuk membeli hingga 75.000 chip H200 masing-masing melalui distributor resmi seperti Lenovo dan Foxconn. Dengan harga saat ini, batas tersebut membatasi penjualan awal sekitar US$15-20 miliar. Analis KeyBanc, John Vinh, memperkirakan permintaan total China mencapai sekitar 1,5 juta unit per tahun, atau sekitar US$30 miliar pendapatan, jika kerangka lisensi diperluas.
CEO Nvidia Jensen Huang sempat ditambahkan ke delegasi Gedung Putih pada menit-menit terakhir, bergabung dengan Trump di Alaska dalam perjalanan ke Beijing. Langkah ini dibaca sebagai upaya mendorong kesepakatan. Namun, upaya itu gagal total. Tidak ada satu pun H200 yang terkirim ke pembeli China, dan Beijing secara diam-diam mengarahkan perusahaan domestik untuk tidak melanjutkan pesanan yang sudah ditempatkan awal tahun.
Masalah Lebih Besar dari yang Terlihat
Beberapa bukti menunjukkan China telah mengambil keputusan strategis, bukan sekadar jeda taktis. Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan kepada sidang Senat bulan lalu bahwa perusahaan China “berusaha menjaga investasi mereka tetap fokus pada pemasok domestik mereka sendiri,” termasuk Huawei.
Keputusan ini dipicu oleh kebijakan Trump yang memotong 25% pasokan chip Nvidia ke China. Alih-alih menekan Beijing, kebijakan ini justru mempercepat upaya China untuk mandiri di sektor semikonduktor. Akibatnya, Nvidia kehilangan potensi pendapatan hingga US$30 miliar dari pasar China.
Daftar Dampak Kerugian
- Saham Nvidia turun 4,4% dalam sepekan
- Potensi pendapatan US$30 miliar dari China menguap
- China beralih ke pengembangan chip domestik via Huawei
- Jensen Huang gagal mendorong kesepakatan di Beijing
Kebijakan tarif yang awalnya dirancang untuk menekan China kini menjadi bumerang bagi industri chip AS. Nvidia harus merelakan pangsa pasar terbesarnya di China demi strategi politik yang justru merugikan.

